Kunjungan Kepala Dinas Pertanian di Desa Perak



Pemerintah Desa Perak bersama masyarakat menyelenggarakan kegiatan Sinau Bareng dengan tema “Website Desa sebagai Media Informasi dan Transparansi”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa, lembaga desa, dan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan website desa dalam era digital sebagai sarana publikasi, transparansi, serta peningkatan layanan informasi kepada warga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat website desa, mulai dari penyampaian informasi pembangunan, laporan keuangan desa, kegiatan masyarakat, hingga promosi potensi lokal yang dimiliki Desa Perak. Selain itu, para peserta juga diajak secara langsung untuk mempraktikkan cara mengakses, mengelola, serta memperbarui konten di website desa agar informasi yang tersaji dapat selalu up to date dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sinau Bareng ini berlangsung dengan suasana penuh antusias. Para perangkat desa, pemuda, dan masyarakat yang hadir memberikan banyak masukan serta ide kreatif agar website desa dapat tampil menarik, mudah diakses, dan benar-benar menjadi pusat informasi desa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Website Desa Perak tidak hanya menjadi media dokumentasi, tetapi juga wadah interaktif yang memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel.

“Kami fokus pada penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemeriksaan perkembangan motorik kasar dan halus. Data langsung terinput ke aplikasi Sigi (Sistem Informasi Gizi) agar perubahan status gizi bisa dipantau secara daring,” tuturnya.
“Posyandu adalah pintu masuk utama kesehatan dasar. Dengan data yang akurat, kita bisa intervensi dini. Mari kita jaga momentum ini agar Desa Perak bebas stunting pada 2030,” ujarnya sembari menyerahkan bantuan sembako bagi balita gizi buruk.Tim KKN UMM turut mendampingi kader dalam pendataan, edukasi gizi, serta permainan stimulasi tumbuh kembang. Rizki Amalia, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UMM, memandu kegiatan “Cerdas Bersama Mawar”, di mana balita diajak mewarnai gambar sekaligus belajar jenis makanan sehat.
“Kami ingin semua program pembangunan—mulai dari prasarana irigasi, jalan, hingga peruntukan lahan—benar-benar sesuai dengan zonasi yang ada. Dengan peta digital yang terupdate, kita bisa meminimalkan konflik lahan dan mempercepat proses perizinan,” ujarnya di Balai Desa Perak, Rabu (13/8).